Tuwu si burung mitos bernilai tinggi

Tuwu si burung mitos bernilai tinggi – Tuwu atau Asian koel (Eudynamys scolopaceus) merupakan jenis burung dari keluarga Cuculidae. Meskipun termasuk dalam anggota kelompok Cuckoo, namun tuwu ini tidak seperti kedasih atau cuckoo lain yang akan menitipkan telurnya di sarang milik burung-burung kecil. Si tuwu ini justru lebih senang menitipkan telurnya di sarang milik burung predator seperti gagak maupun burung berukuran besar lainnya.


Tuwu si burung mitos bernilai tinggi

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, tuwu atau kulik dikenali juga sebagai burung yang penuh mitos sebagimana kedasih atau wiwik / uncuing. Suaranya yang keras dan bisa terdengar dalam jarak yang cukup jauh dimaknai sebagai sesuatu yang buruk. Apalagi jika burung ini bersuara pada malam hari.


Tuwu termasuk jenis burung omnivora yang akan memangsa berbagai serangga, ulat, telur burung, serta vertebrata kecil. Pola pakan akan berubah setelah burung ini berumur dewasa, di mana mereka lebih menyukai buah-buahan, adapun serangga dianggapnya sebagai makanan camilan saja atau selingan. 

Perilaku unik burung tuwu dewasa adalah ia akan menjaga pohon buah-buahan yang disukainya, dan tak segan-segan mengusir burung lain yang mencoba mendekati pohon yang sudah diklaimnya itu.

Di alam liar, populasi burung tuwu semakin terus berkurang. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kesulitan mereka dalam mencari sarang milik burung gagak atau burung lain untuk melanjutkan keturunannya. 

Meskipun tidak termasuk dalam jenis burung dilindungi, namun burung ini semakin sulit ditemukan. Meski begitu, burung tuwu ternyata banyak dicari oleh para kolektor. 

Bisa Anda bayangkan.. burung tuwu yang sudah rajin bunyi harganya bisa sangat tinggi bahkan pernah mencapai 18 juta rupiah. Adapun untuk burung tuwu yang masih bahan, umumnya dihargai sekitar Rp 1-2 jutaan. Sungguh rekor harga yang sangat fantastis untuk burung yang masih satu marga dengan cuckoo atau kedasih ini.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *