Analisa Reversal Candlestick Hammer dan Hanging Man

Majalahburung.com – Mungkin kata caandlestick sudah tidak asing lagi didengar oleh para trader. Dalam pembahasan artikel kali ini, kita akan membahas mengenai informasi “Analisa Reversal Candlestick Hammer dan Hanging Man”.

Pola candlestick dasar seperti Spining Top, Morubozu, dan doji tentunya sudah tidak asing lagi untuk kalian para trader. Pola candlestick dasar ini tentunya sudah tidak familiar lagi.

Dengan kemunculan pola-pola dasar tersebut atau muncul di chart, maka kemungkinan akan terjadi harga akan mengalami pembalikan “reversal”. Candlestiuck hammer tersebut mengindikasikan reversal dari penurunan mengalami kenaikan.

Sementara itu, hangingman akan memnandakan pembalikan trend yang akan terjadi, pembalikan dari trend naik menjadi trend turun.

Ada bebrapa cara yang bisa dilakukan untuk mengenai kedua pola tersebut, berikut ini adalah cara-cara yang bisa kalian lakukan diantaranya sebagai berikut ini.

Analisa Reversal Candlestick Hammer dan Hanging Man

Sekilas, pola hammer dan hanging man terlihat persis hampir sama, namun keda pola tersebut memiliki arti yangt berbeda ketika pergerakan harga terjadi antara down trend maupun up trend.

Jika kalian perhatikan, kedua pola tersebut berbentuk seperti palu, dengan body yang kecil dan terdapat sumbu panjang yang terdapat dibagian bawah melebihi ukuran body.

Untuk bisa membedakannnya, pola hammer akan mucul selama harga sedang mengalami downtrend dengan bentuk body “palu” yang berwarna putih.

Sementara itu, hanging man akan mucul selama harga sedang mengalami uptrend dengan bentuk body “palu” yang berwarna hitam. Berikut dibawah ini adalah gambar dari pola keduanya bisa kalian lihat dibawah ini.

Hammer dan Hanging Man

Tidak jarang banyak yang mengangap bahwa pola 1 candle ini memilik akurasi yang rendah. Walaupun begitu, kedua pola ini memiliki peranan yang pentng untuk memberikan informasi mengenai perubahan kekuatan pasar sebelum terjadinya perubahan arah trend.

Ketika harga jatuh, maka body palu akan memeberikan sinyal bahwa harga terbuka dan tertutup berada pada level yang berdekatan.

Sumbu panjang yang berada dibawah mengindikasikan bahwa tekanan seller yang kuat, tetapi buyyer pada akhirnya mendominasi diatas level pembukaan. Denga begitu maka akan memunculkan pola hammer.

Sementara itu, ketika body palu saat harga sedang mengalami kenaikan sumbu yang berada dibawah akan menunjukan dorongan seller yang cukup kuat.

Dengan begitu, buyyer akan mempertahankan posisinya, tetapi akirnya dia menyersah juga dan seller yang nantinya akan memenangkan pertarungan.

Ketika tahap ini terjadi, body yang kemudianberwarna hitam tersebut akan menunjukan penutupan harga dilevel terendah dari pada harga pembukaan. Itulah yang membuat terbentuknya pola hanging man.

Baca Juga:

Trading Menggunakan Pola Hammer dan Hanging Man

Ketika anda memutuskan trading untuk menggunakan pola Hammer dan Hanging Man bukan berarti secar otomatis anda bisa langsung malakukan perdagangan buy atau sell sesuai dengan indikasi reversal.

Terdapat beberapa cara yang bisa kalian gunakan untuk meningkatkan keakuratan kedua pola tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.

Kriteria Pola Hammer Dan Hanging Man

  • Sumbu bawah menunjukkan panjang sekitar dua sampai tiga kali dari body.
  • Sedikit atau tidak ada sumbu atas.
  • Body berada di posisi ujung atas dariĀ trading range.

Setelah anda rasa yakin dengan kritreria diatas tersebut, untuk lebih akurat lagi kalian bisa memadukan dengan analisa teknikal untuk mencari petunjuk entry atau konfirmator.

Inverted Hammer Dan Shooting Star

Ada dau pola yang harus kalian ketahui sebab kedua pola tersebut berkaitan dan merupakan formasi kebalikan dari hammer dan hanging man serta ssama-sama menunjukan sinyal reversal.

Kedua pola tersebut dikenal dengan Inverted hammer dan Shooting Star. Sekilas kedua pola ini hampir serupa namun jika kalian perhatikan lebih teliti lagi baru terlihat perbedaanya.

Inverted Hammer dan Shooting Star

Perhatika gambar diatas, sekilas tampilannya hampir mirip namun yang membedakannya adalah sumbu panjangnya terdapat dibagian atas sementara bawahnya tampak kecil bhakan hampir tidak ada.

Kesimpulan

Perlu kalian ketahui, ketika trading dengan pola candlestick apapun sebaiknya dilakukan tanpa konfirmator apapun. Gunakan alat bantu lain yang mudah kalian pahami dan mengerti untuk bisa mengkonfirmasi sinyal.

Trading merupakan bisnis yang berisiko tinggi namun menjajikan keuntungan yang tinggi dan merupakan jenis bisnis hight risk hight return.

Iytulah informasi mengenai Analisa Reversal Candlestick Hammer dan Hanging Man pada kesempatan kali ini. Semoga dengan adanya informasi diatas dapat m,enambah wawasan dan pengetahuan kalian serta dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.